Mahameru 2017

Siapkan Mentalmu

SERAGAM SPANDA

#dirumahsaja.

Mural Februari 2020

Semangat Walau Corona

KEPALA SEKOLAH

1960 S/D SEKARANG

PPDB 2020

#diruahsaja

Selasa, 21 April 2020

MATERI IPA



Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016

 

Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016

Amongguru.com. Di dalam membantu Bapak/Ibu guru menyiapkan perangkat pembelajaran, berikut admin bagikan Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016.

Materi IPA ini dilengkapi dengan pemetaan Kompetensi Dasar berdasarkan Buku Pegangan Guru dan Buku Siswa Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 yang telah diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

A.   Rincian Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016

Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016 terbagi dalam 12 (dua belas) bab dengan rincian sebagai berikut.

Semester 1

·        Bab 1 Objek IPA dan Pengamatannya

·        Bab 2 Klasifikasi Makhluk Hidup

·        Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya

·        Bab 4 Suhu dan Perubahannya

·        Bab 5 Kalor dan Perpindahannya

·        Bab 6 Energi dalam Sistem Kehidupan

Semester 2

·        Bab 7 Sistem Organisasi Kehidupan

·        Bab 8 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya

·        Bab 9 Pencemaran Lingkungan

·        Bab 10 Pemanasan Global

·        Bab 11 Struktur Bumi dan Dinamikanya

·        Bab 12 Tata Surya

B.        Pemetaan Kompetensi Dasar dan Pokok Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016

lmu Pengetahuan Alam (IPA) pada hakikatnya belajar dengan pendekatan yang meliputi empat unsur utama. Keempat unsur tersebut adalah sikap, proses, produk, dan aplikasi.

Pembelajaran IPA pada jenjang SMP/MTs kelas 7 sesuai Kurikulum 2013 berbentuk kompetensi, yang terdiri dari (1) Kompetensi Sikap Spiritual, tertuang dalam KI – 1; (2) Kompetensi Sikap Sosial, tertuang dalam KI – 2; (3) Kompetensi Pengetahuan, tertuang dalam KI – 3; dan (4) Kompetensi Keterampilan. tertuang dalam KI – 4.

Kompetensi Inti 1 (KI -1) :

·        Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

Kompetensi Inti 2 (KI – 2) :

·        Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Kompetensi Inti 3 (KI – 3) :

·        Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

Kompetensi Inti 4 (KI – 4) :

·        Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Sikap Spiritual (KI – 1) dan Kompetensi Sikap Sosial (KI – 2) terintegrasi secara langsung dalam pembelajaran IPA.

Sedangkan pemetaan Kompetensi Dasar untuk Kompetensi Pengetahuan (KI – 3) dan Kompetensi Keterampilan (KI – 4) serta pokok Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016 sebagai berikut.

Bab 1 Objek IPA dan Pengamatannya

Kompetensi Dasar :

3.1. Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku).

4.1. Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Objek IPA dan Pengamatannya memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 6 TM (Tatap Muka) dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yaitu masing-masing 3 JP dan 2 JP.

·        Penyelidikan IPA

·        Pengukuran

·        Besaran Pokok

·        Besaran Turunan

Bab 2 Klasifikasi Makhluk Hidup

Kompetensi Dasar :

3.2. Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati.

4.2. Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Klasifikasi Makhluk Hidup memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 5 tatap muka (TM).

Asumsinya 5 JP/minggu diorganisasikan menjadi tiga kali tatap muka (TM), yaitu 3 JP dan dua tatap muka (TM), masing-masing 2 JP.

·        Mengidentifikasi Benda-benda di Sekitar.

·        Membedakan Makhluk Hidup dan Tak Hidup.

·        Mengelompokkan Makhluk Hidup Berdasarkan Sistem Klasifikasi.

Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya

Kompetensi Dasar :

3.3. Menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

4.3. Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Klasifikasi Materi dan Perubahannya memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 5 TM (Tatap Muka) dengan asumsi 5 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yaitu masing-masing 3 JP dan 2 JP.

·        Karakteristik materi, unsur, senyawa dan campuran.

·        Campuran dan Sifat Larutan Asam Basa

·        Pemisahan Campuran (Filtrasi, Sentrifugasi, dan Kromatografi).

·        Pemisahan Campuran (Destilasi dan Sublimasi)

·        Sifat Fisika dan Sifat Kimia serta Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

Bab 4 Suhu dan Perubahannya

Kompetensi Dasar :

3.4. Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan.

4.4. Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian Subtopik Suhu dan Perubahannya memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 6 TM (dengan asumsi 5 JP/ minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yaitu 3 JP dan 2 JP.

·        Pengertian suhu dan termometer

·        Skala suhu I (membuat skala suhu)

·        Skala Suhu II (skala suhu dan mengamati pemuaian)

·        Pemuaian panjang, luas, dan volume

·        Pemuaian pada zat cair

Bab 5 Kalor dan Perpindahannya

Kompetensi Dasar :

3.4. Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan.

4.4. Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Suhu dan Kalor memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 6 TM (Tatap Muka) dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yakni masing-masing 3 JP dan 2 JP.

·        Konsep kalor

·        Konsep Hubungan Kalor dan Perubahan Suhu Benda

·        Konsep Hubungan Kalor dan Perubahan Zat Benda

·        Perpindahan Kalor Dengan Cara Konduksi dan Konveksi

·        Perpindahan Kalor Dengan Cara Radiasi

Bab 6 Energi dalam Sistem Kehidupan

Kompetensi Dasar :

3.5. Menganalisis konsep energi, berbagai sumber energi, dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari termasuk fotosintesis.

4.5. Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi, termasuk fotosintesis.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Objek IPA dan Pengamatannya memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 6 TM (Tatap Muka) dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yaitu masing-masing 3 JP dan 2 JP.

·        Konsep Energi dan Sumber Energi

·        Transformasi Energi dalam Sel dan Metabolisme Sel

·        Respirasi

·        Pencernaan Makanan

·        Fotosintesis

Bab 7 Sistem Organisasi Kehidupan

Kompetensi Dasar :

3.6 Mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme dan komposisi utama penyusun sel.

4.6 Membuat model struktur sel tumbuhan/hewan.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Organisasi Kehidupan memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 6 tatap muka/TM (dengan asumsi 5 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali tatap muka/TM, yaitu 3 JP dan 2 JP).

·        Konsep Organisasi Kehidupan.

·        Sel Sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan.

·        Praktikum: Mengamati Sel Tumbuhan dengan Mikroskop dan Membandingkan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan.

·        Praktikum; Jaringan.

·        Organ, Sistem Organ, dan Organisme

Bab 8 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Kompetensi Dasar :

3.7  Menganalisis interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya serta dinamika populasi akibat interaksi tersebut.

4.7 Menyajikan hasil pengamatan terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan memerlukan waktu 13 jam pelajaran atau 7 tatap muka (TM) (dengan asumsi 5 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali tatap muka (TM), yaitu 3 JP dan 2 JP).

·        Konsep Lingkungan.

·        Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola.

·        Bentuk-bentuk Saling Ketergantungan.

·        Pola Interaksi Manusia Mempengaruhi Ekosistem

Bab 9 Pencemaran Lingkungan

Kompetensi Dasar :

3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem.

4.8 Membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungannya berdasarkan hasil pengamatan.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian topik Pencemaran Lingkungan memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 7 TM (Tatap Muka) dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yaitu masing-masing 3 JP dan 2 JP.

·        Definisi Pencemaran Lingkungan.

·        Pencemaran Air.

·        Pencemaran udara.

·        Pencemaran Tanah.

Bab 10 Pemanasan Global

Kompetensi Dasar :

3.9 Menganalisis perubahan iklim dan dampaknya bagi ekosistem.

4.9 Membuat tulisan tentang gagasan adaptasi / penanggulangan masalah perubahan iklim

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian Bab 4 semester 2 memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 5 TM. Adapun dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan menjadi 5 TM dibagi dalam dua kali TM, yaitu masing-masing 3 JP dan 2 JP.

·        Efek Rumah Kaca.

·        Pengertian dan Penyebab Pemanasan Global.

·        Dampak Pemanasan Global.

·        Usaha Penanggulangan Pemanasan Global.

Bab 11 Struktur Bumi dan Dinamikanya

Kompetensi Dasar :

3.10 Menjelaskan lapisan bumi, gunung api, gempa bumi, dan tindakan pengurangan resiko sebelum, pada saat, dan pasca bencana sesuai ancaman bencana di daerahnya.

4.10 Mengomunikasikan upaya pengurangan resiko dan dampak bencana alam serta tindakan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana sesuai dengan jenis ancaman bencana di daerahnya.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian bab5 semester 2 tentang lapisan bumi dan bencana memerlukan waktu 15 jam atau 6 kali tatap muka (TM) dengan asumsi 5 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yaitu 3 JP dan 2 JP.

·        Konsep Lapisan Bumi.

·        Atmosfer.

·        Litsfer.

·        Gempa Bumi dan Pengurangan Resiko Bencananya.

Bab 12 Tata Surya

Kompetensi Dasar :

3.11 Menganalisis sistem tata surya, rotasi dan revolusibumi, rotasi dan revolusi bulan, serta dampaknya bagi kehidupan di bumi.

4.11 Menyajikan karya tentang dampak rotasi dan revolusi bumi dan bulan bagi kehidupan di bumi, berdasarkan hasil pengamatan atau penelusuran berbagai sumber informasi.

Materi Pokok :

Pembelajaran dan penilaian Bab 11 memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 5 TM dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan menjadi 6 TM.

·        Komponen Penyusun Tata Surya.

·        Gerak Planet dan Hukum Kepler.

·        Gerak Bumi dan Bulan.

·        Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi.

Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016 secara lengkap dapat Bapak/Ibu guru unduh pada Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Mata Pelajaran IPA dengan cara klik tautan berikut.

·      Cover Buku Guru Kurikulum 2013 Edisi Revisi Kelas 7 Mata Pelajaran IPA (download)

·      Cover Buku Siswa Kurikulum 2013 Edisi Revisi Kelas 7 Mata Pelajaran IPA (download)

·      Buku Guru Kurikulum 2013 Edisi Revisi Kelas 7 Mata Pelajaran IPA (download)

·      Buku Siswa Kurikulum 2013 Edisi Revisi Kelas 7 Mata Pelajaran IPA Semester 1 (download), Semester 2 (download)

Demikian yang dapat admin bagikan mengenai Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2016.

Semoga membantu Bapak/Ibu guru yang akan melaksanakan pembelajaran IPA kelas 7 SMP/MTs menggunakan Kurikulum 2013.

MATERI MATEMATIKA


Materi Mapel Matematika SMP/MTs Kelas 7 Semester 2 Kurikulum 2013 Edisi Terbaru Revisi 2016



Pelaksanaan Kurikulum 2013 selalu mengalami penyesuaian dan perubahan. Harapannya perubahan itu menuju kepada perubahan yang lebih baik. Tak terlepas dengan mata pelajaran matematika juga mengalami perubahan posisi materi. Matematika adalah bahasa universal dan karenanya kemampuan matematika siswa suatu negara sangat mudah dibandingkan dengan negara lain.

Dalam dunia pendidikan tingkat Internasional, matematika digunakan sebagai alat ukur untuk menentukan kemajuan pendidikan di suatu negara. Kita mengenal PISA (Program for International Student Assessment) dan TIMSS (The International Mathematics and Science Survey) yang secara berkala mengukur dan membandingkan antara lain kemajuan pendidikan matematika di beberapa negara.

Buku Siswa Matematika Kelas VII SMP/MTs Kurikulum 2013 ditulis dengan berdasarkan pada materi dan kompetensi yang disesuaikan dengan standar internasonal tersebut.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi telah menerbitkan buku Matematika Kurikulum 2013 Terbaru Cetakan ke-3, 2016 (Edisi Revisi). Buku tersebut ada dua macam yaitu Buku Guru dan Buku Siswa.

Buku Siswa Matematika Kelas VII SMP/MTs Kurikulum 2013 ditulis dengan berdasarkan pada materi dan kompetensi yang disesuaikan dengan standar internasonal tersebut.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi telah menerbitkan buku Matematika Kurikulum 2013 Terbaru Cetakan ke-3, 2016 (Edisi Revisi). Buku tersebut ada dua macam yaitu Buku Guru dan Buku Siswa.

Berikut ini kami berikan materi pokok atau isi yang diajarkan kepada siswa kelas 7 (VIII) semester 2 yang terdiri dari 5 BAB berdasarkan buku pelajaran matematika kelas 7 semester 2 pegangan siswa edisi terbau revisi tahun 2016. Materi matematika SMP/MTs kelas 7 semester 2 melanjutkan dari semester 1 yang terdiri dari 4 BAB. Sehingga untuk semester 2 dimulai dengan BAB 4,5,6,7,8 dan 9

BAB 5 Perbandingan 
  • Memahami dan Menentukan Perbandingan Dua Besaran
  • Menentukan Perbandingan Dua Besaran dengan Satuan yang Berbeda 
  • Memahami dan Menyelesaikan Masalah yang Terkait dengan Perbandingan Senilai 
  • Menyelesaikan Masalah Perbandingan Senilai pada Peta dan Model 
  • Memahami dan Menyelesaikan Masalah yang Terkait dengan Perbandingan Berbalik Nilai

BAB 6 Aritmatika Sosial 

  • Kegiatan 6.1 Memahami Keuntungan dan Kerugian
  • Kegiatan 6.2 Menentukan Bunga Tunggal
  • Kegiatan 6.3 Bruto, Neto, dan Tara

BAB 7 Garis dan Sudut 

  • Hubungan Antar Garis
  • Ruas Garis Menjadi Beberapa Bagian Sama Panjang
  • Mengenal Sudut
  • Hubungan Antar Sudut
  • Melukis Sudut Istimewa

BAB 8 Segiempat dan Segitiga  

  • Kegiatan 8.1 Mengenal Bangun Datar Segiempat dan Segitiga
  • Kegiatan 8.2 Memahami Jenis dan Sifat Segiempat
  • Kegiatan 8.3 Memahami Keliling dan Luas Segiempat
  • Kegiatan 8.4 Memahami Jenis dan Sifat Segitiga
  • Kegiatan 8.5 Memahami Keliling dan Luas Segitiga
  • Kegiatan 8.6 Memahami Garis-garis Istimewa pada Segitiga
  • Kegiatan 8.7 Menaksir Luas Bangun Datar tidak Beraturan

BAB 9 Penyajian Data 

  • Kegiatan 9.1 Mengenal Data
  • Kegiatan 9.2 Mengolah dan Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel 
  • Kegiatan 9.3 Mengolah dan Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang
Demikian materi matematika yang dipalajari di kelas 7 semester 2 SMP/MTs berdasarkan buku terbitan terbaru edisi revisi cetakan ke-3 tahun 2016.


SEJARAH HARI BUMI



Setiap tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia (Earth Day). Namun, tahukah kamu apa sebenarnya perayaan hari sedunia tersebut? Berikut ulasannya di bawah ini!
Tercatat menurut sejarah Hari Bumi Sedunia (Earth Day) ini pertama kali pada tahun 1970. Gagasan Hari Bumi Sedunia (Earth Day) pertama kali muncul pada awal tahun 1960, ketika sebagian elemen masyarakat di Amerika Serikat mulai menyadari pencemaran lingkungan yang semakin membahayakan bumi.
Dilansir dari Wikipedia, Hari Bumi Sedunia (Earth Day) dicanangkan oleh senator Amerika Serikat Gaylord Nelson yang juga sebagai seorang pengajar lingkungan hidup.
Tanggal 22 April dipilih karena bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan.
Pencanangan hari bumi sendiri terinspirasi oleh banyaknya protes dan demonstrasi dari pelajar di Amerika Sertikat terkait kejadian perang di Vietnam. Ditambah lagi, Gaylord Nelson menyaksikan kasus tumpahan minyak di pesisir Santa Barbara, California pada tahun 1969.
Kasus tumpahan minyak ini seakan-akan menjadi katalis bagi Nelson untuk bertindak setelah sebelumnya sosok tersebut kerap kali menunjukkan kepeduliannya akan lingkungan. Tercatat sejak tahun 1960-an, Gaylord Nelson menaruh kepedulian dan berkampanye pada isu lingkungan hidup, yang dirasanya telah lama hilang dari agenda negara.
Nelson pun mereformasi beberapa hal di Wisconsin, seperti regulasi kebersihan jalur pengairan, perlindungan terhadap sumber daya alam, dan menciptakan lapangan pekerjaan ramah lingkungan. Atas berbagai usahanya ini, Nelson dijuluki sebagai Gubernur Konservasi.
Pada awal-awal Hari Bumi Sedunia (Earth Day) ini mulai digagas, Nelson masih memusatkan perhatian pada masalah-masalah lingkungan hidup yang mengusik kelestarian planet serta berimbas pada kesehatan manusia.
Melalui Hari Bumi Sedunia (Earth Day) ini, Nelson meminta para pendemo anti-perang yang ada untuk menyalurkan energinya juga dalam gerakan mengenai lingkungan hidup yang juga terkena banyak dampak akibat adanya peperangan.
Di peringatan pertamanya, kegiatan Hari Bumi Sedunia (Earth Day) pun diikuti oleh 20 juta warga Amerika Serikat, dan angka tersebut terus bertambah seiring berjalannya waktu. Saat ini hari bumi diperingati  bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network).

SEJARAH PRAMUKA DI INDONESIA


Sejarah Pramuka   di dunia dimulai ketika Lord Robert Baden Powell mengadakan perkemahan Pramuka pertama  di Pulau Brown    Sea di Inggris. Di dunia, tentu saja istilah Pramuka tidak dikenal. Namun jika Anda sering melihat film-film barat, tampak suatu organisasi yang giat menunaikan kegiatan pengumpulan dana dan amal yang mirip dengan Pramuka namun biasa dikenal dengan istilah Scout. Jika ditilik sejarah Pramuka dunia ini, Scouting atau Scout Movement merupakan gerakan anak muda dunia yang bertujuan untuk mendukung pengembangan anak muda dalam hal fisik, mental dan spiritual, sehingga mereka dapat berperan konstruktif dalam suatu masyarakat.
Sejarah Pramuka di dunia dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell yang merupakan Letnan Jendral dari Tentara Inggris mengadakan perkemahan Pramuka pertama di Pulau Brown Sea di Inggris. Perkemahan tersebut berlangsung selama delapan hari. Dalam sejarah Pramuka, Baden Powell menulis prinsip-prinsip Pramuka dalam Scouting for Boys atau Pramuka untuk laki-laki pada 1908 di London. Tulisan tersebut berdasarkan buku militernya terdahulu dengan pengaruh dan dukungan dari Frederick Russel Burnham (Kepala Pramuka di Afrika Inggris), Ernest Thompson Seton dari Woodcraft Indians, William Alexander Smyth seorang pimpinan Boy’s Brigade, dan penerbitnya, Pearson.
Smith meminta Baden Powell untuk melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman Baden Powell. Sekilas kita ulas biografi Lord Robert Baden Powell yang sangat berperan dalam sejarah Pramuka ini. Beliau lahir 22 Februari 1857 dan diberi nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya adalah seorang profesor geometri di Universitas Oxford. Baden Powell menulis pengalamannya dalam buku “Aids to Scouting” yang berisi panduan untuk tentara muda Inggris supaya bisa mengemban tugas penyelidikan dengan baik. Tulisan tersebut menjadi bagian dari sejarah Pramuka dunia. Beliau  pensiun dari tentara pada 1910 dengan pangkat terakhir Letnan Jendral.
Pada 1912 Baden Powell menikahi Ovale St. Clair Soames dan dikaruniai tiga orang anak. Di tahun yang sama inilah adik perempuan Baden Powell mendirikan organisasi kewanitaan untuk wanita yang dinamai Girl Guides (Brownie Guide, Girl Guide and Girl Scout, Ranger Guide). Tampaknya justru organisasi yang khusus untuk perempuan inilah yang kemudian namanya diambil oleh Indonesia dalam sejarah Pramuka, yaitu Kepanduan. Istri Baden Powell kemudian melanjutkan organisasi Girl Guides ini.
Petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka ditulis oleh Baden Powell pada 1914. Sejarah Pramuka pun terus berlanjut dengan terlaksananya petunjuk tersebut pada 1919. Beliau mendapat sebidang tanah di Chingford dari W. F. de Bois MacLarren sahabatnya. Maka tempat tersebut pun dinamai Gilwell Park yang berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan Pembina Pramuka.
Selama paruh abad ke 20, pergerakan kepramukaan terus tumbuh dalam sejarah Pramuka, hingga mencakup tiga kelompok laki-laki pada usia utama masing-masing untuk anak laki-laki (Cub Scout, Boy Scout, Rover Scout). Cub Scout atau anak serigala adalah kelompok Pramuka usia siaga yang didirikan pada 1916.
Pedoman kegiatannya didasari oleh buku The Jungle Book karya Rudyard Kipling. Isinya bercerita mengenai Mowgli si anak rimba yang dibesarkan oleh induk serigala di hutan. Sejarah pramuka pun terus berlanjut ketika Rover Scout dibentuk pada 1918 untuk kaum remaja yang berusia 17 tahun Buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Kesuksesan) diterbitkan pada 1922. Isi dari buku ini bercerita mengenai seorang pemuda yang harus mengayuh sampan untuk menuju pantai kesuksesan. Baden Powell memperoleh gelar Lord dari Raja George pada tahun 1929. Tanggal 8 Januari 1941 beliau wafat di Nyeri, Kenya, Afrika. Kematian Baden Powell juga menjadi cerita tersendiri dari sejarah Pramuka.


Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.
Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.
Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)
Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.
Perkembangan Gerakan Pramuka
Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.
Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.

STRUKTUR ORGANISASI


VISI MISI